Awalnya Aku Kira Figma Harus Bayar
Waktu pertama kali mengenal Figma, jujur aku sempat berpikir, “Ini aplikasi desain yang kelihatannya serius banget, jangan-jangan harus langganan.” 😅
Ternyata setelah aku coba sendiri, pemahamanku berubah. Figma bisa digunakan secara gratis, terutama kalau kebutuhan kita masih sebatas belajar desain, membuat rancangan tampilan, mencoba prototyping, atau mengerjakan proyek sederhana.
Buatku, bagian paling menarik justru bukan soal gratisnya. Aku merasa Figma cukup menyenangkan karena proses kerjanya terasa ringan dan fleksibel. Kita bisa mulai belajar tanpa harus langsung memikirkan biaya langganan. Hehehe.
Cara Akses Figma Gratis
1. Buka Situs Resmi Figma
Langkah pertama yang aku lakukan tentu saja membuka situs resmi Figma melalui browser.
Aku biasanya memilih browser yang memang sudah biasa kupakai supaya proses masuk akun tidak ribet. Setelah halaman Figma terbuka, cari pilihan untuk mendaftar atau masuk menggunakan akun.
Kalau belum mempunyai akun, kita bisa membuat akun terlebih dahulu.
2. Buat Akun Figma
Menurut pengalamanku, proses membuat akun cukup sederhana. Kita tinggal mengikuti instruksi pendaftaran yang tersedia.
Setelah akun berhasil dibuat, aku bisa masuk ke workspace Figma dan mulai melihat berbagai pilihan untuk membuat desain.
Di titik ini aku baru sadar bahwa ternyata untuk sekadar belajar Figma, aku nggak harus langsung mengeluarkan uang. 😄
3. Pilih Penggunaan Gratis
Nah, bagian yang menurutku penting adalah memahami bahwa Figma memiliki beberapa tingkatan fitur.
Untuk pengguna yang baru belajar, paket gratis sudah bisa menjadi tempat yang cukup untuk bereksperimen. Aku sendiri lebih suka memulai dari fitur yang memang benar-benar kubutuhkan daripada buru-buru mengambil paket berbayar.
Menurutku pola seperti ini lebih masuk akal: kenali dulu aplikasinya, pahami alur kerjanya, baru pertimbangkan kebutuhan tambahan kalau memang diperlukan.
Apa yang Bisa Kulakukan dengan Figma Gratis?
Dari pengalamanku menggunakan Figma untuk memahami dunia desain digital, versi gratis sudah cukup menarik untuk beberapa aktivitas dasar.
Belajar UI dan Desain
Aku bisa mencoba membuat layout website, tampilan aplikasi, kartu informasi, landing page, sampai berbagai rancangan visual.
Hal yang kusukai adalah prosesnya terasa seperti menyusun komponen visual satu per satu. Awalnya memang kelihatan banyak tombol, tetapi setelah beberapa kali mencoba, mulai terasa masuk akal.
Membuat Prototype
Figma juga membuatku bisa memahami konsep prototype tanpa harus langsung masuk ke software yang lebih kompleks.
Aku bisa menghubungkan beberapa frame sehingga rancangan yang dibuat terasa seperti tampilan aplikasi sungguhan.
Buat orang yang sedang belajar desain UI/UX, menurutku pengalaman seperti ini cukup membantu karena kita bukan cuma melihat gambar diam, tetapi juga mulai memahami bagaimana pengguna berpindah dari satu tampilan ke tampilan lainnya.
Pengalaman Belajarku: Jangan Takut dengan Tampilan Figma
Hal yang paling terasa ketika pertama kali membuka Figma adalah tampilannya terlihat “serius”. 😂
Ada frame, layer, component, prototype, properties, dan berbagai istilah lainnya. Kalau baru pertama kali melihat, rasanya seperti, “Waduh, ini belajar dari mana dulu?”
Tapi setelah aku mencoba sedikit demi sedikit, ternyata tidak seseram yang kubayangkan.
Aku mulai dari membuat satu frame sederhana. Setelah itu mencoba menambahkan teks, bentuk, gambar, lalu mengatur posisi. Dari situ perlahan aku memahami pola kerjanya.
Menurutku, jangan mencoba mempelajari semua fitur Figma sekaligus. Itu malah bikin kepala penuh, wkwkwk.
Lebih enak mengambil satu proyek kecil kemudian belajar fitur yang memang diperlukan untuk proyek tersebut.
Kenapa Aku Suka Memulai dari Versi Gratis?
Ada alasan sederhana.
Aku lebih nyaman mencoba sesuatu terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah benar-benar membutuhkannya dalam jangka panjang.
Kalau ternyata Figma cocok dengan kebutuhan, barulah aku bisa mempertimbangkan fitur tambahan sesuai kebutuhan dan ketentuan paket yang tersedia saat itu.
Cara berpikir seperti ini membuat proses belajar terasa lebih santai. Nggak ada perasaan harus langsung “menguasai semuanya”.
6Aku Juga Jadi Penasaran dengan Sejarah Figma
Semakin sering melihat Figma, aku malah penasaran dengan orang-orang di balik pembuatannya.
Aku kemudian membaca artikel Kilas Balik Pencipta Figma: Dylan Field & Evan Wallace.
Dari situ aku jadi melihat Figma bukan sekadar aplikasi desain yang kebetulan bisa dipakai gratis. Ada perjalanan panjang di balik lahirnya sebuah alat yang kemudian banyak digunakan untuk pekerjaan desain kolaboratif.
Aku sengaja menyebut artikel tersebut sebagai referensi yang kubaca, bukan sebagai tulisan buatanku.
Figma Gratis Menurut Pandanganku
Buatku, akses gratis ke Figma paling menarik kalau dilihat sebagai pintu masuk untuk belajar.
Kita tidak harus langsung menjadi desainer profesional. Tidak harus langsung membuat aplikasi keren. Bahkan tidak harus memahami istilah UI/UX sejak hari pertama.
Aku lebih suka memandangnya sebagai proses mencoba.
Hari pertama mungkin cuma belajar frame.
Hari berikutnya belajar typography.
Kemudian mulai memahami component.
Setelah itu mencoba prototype.
Pelan-pelan, ternyata kemampuan kita berkembang sendiri. 😊
Kalau sebelumnya aku juga sedang belajar tentang file grafis, aku bisa menghubungkannya dengan pembahasan Apa Itu File Vektor? Panduan Lengkap Grafis Vektor. Buatku, memahami dasar-dasar seperti ini justru membuat proses belajar desain terasa lebih nyambung.
Apakah Figma Gratis Cocok untuk Semua Orang?
Menurut pemahamanku, belum tentu.
Kalau kebutuhan kita masih belajar, membuat desain sederhana, bereksperimen dengan UI, atau memahami prototype, akses gratis bisa menjadi titik awal yang masuk akal.
Namun kalau kebutuhan sudah masuk ke pekerjaan profesional dengan kebutuhan kolaborasi, pengelolaan file, atau fitur tertentu yang hanya tersedia pada paket tertentu, kita perlu melihat kembali batasan dan ketentuan paket Figma yang berlaku saat itu.
Jadi aku nggak akan mengatakan bahwa versi gratis pasti cukup untuk semua orang. Kebutuhan setiap orang berbeda.
Kesimpulan
Dari pengalaman yang aku rasakan, cara akses Figma gratis sebenarnya cukup sederhana: buat akun, masuk ke Figma, lalu gunakan fitur yang tersedia pada paket gratis sesuai kebutuhan dan ketentuannya.
Yang paling penting buatku justru bukan mencari sebanyak mungkin fitur gratis.
Aku lebih memilih belajar pelan-pelan dan memahami bagaimana Figma bekerja.
Karena pada akhirnya, software hanyalah alat. Yang membuat hasil desain berkembang adalah bagaimana kita memahami masalah, menyusun ide, dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang bisa dilihat orang lain.
Dan kalau nanti aku menemukan istilah atau teknologi baru yang berkaitan dengan workflow kreatif, aku biasanya penasaran lagi. Misalnya ketika membahas Apa Arti CapCut MCP dalam CapCut × Codex?, aku juga melihat bahwa dunia kreatif sekarang memang makin dekat dengan teknologi dan otomatisasi.
Jadi, kalau kamu baru mau mencoba Figma, menurutku nggak perlu terlalu takut dengan tampilannya. Buka saja, buat akun, coba satu desain kecil, lalu pelajari dari situ.
Pelan-pelan aja. Yang penting mulai dulu. Hehehe 😁
